Memilih antara menyewa atau membeli apartemen di Jakarta adalah keputusan besar yang memengaruhi keuangan dan gaya hidup Anda. Sebagai salah satu kota dengan harga properti tertinggi di Indonesia, Jakarta menawarkan berbagai pilihan apartemen, mulai dari yang terjangkau hingga mewah. Namun, apakah lebih baik menyewa atau membeli? Artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing opsi, dilengkapi dengan data terbaru tahun 2024 dan analisis mendalam untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.
1. Tren Pasar Apartemen di Jakarta Tahun 2024

Sebelum membandingkan sewa dan beli, penting untuk memahami tren pasar apartemen di Jakarta tahun 2024. Berdasarkan data dari Colliers Indonesia dan Rumah123, berikut beberapa poin penting:
- Harga Apartemen: Harga apartemen di Jakarta terus meningkat rata-rata 5-10% per tahun, dengan kawasan pusat bisnis seperti Sudirman, Thamrin, dan Kuningan mencatat kenaikan tertinggi.
- Tingkat Hunian: Tingkat hunian apartemen di Jakarta mencapai 75-85%, menunjukkan permintaan yang stabil.
- Nilai Sewa: Rata-rata nilai sewa apartemen di Jakarta adalah 3-5% dari harga jual per tahun, tergantung lokasi dan fasilitas.
Sumber: Colliers Indonesia Property Market Report 2024 dan Rumah123 Market Insights 2024
2. Kelebihan dan Kekurangan Membeli Apartemen di Jakarta

Kelebihan Membeli Apartemen:
- Investasi Jangka Panjang: Membeli apartemen adalah investasi properti yang nilainya cenderung meningkat seiring waktu, terutama di kawasan strategis.
- Kepemilikan Aset: Anda memiliki aset yang bisa diwariskan atau dijual di masa depan.
- Kebebasan Modifikasi: Anda bebas merenovasi atau mendekorasi apartemen sesuai keinginan.
- Potensi Pendapatan Sewa: Jika tidak digunakan, apartemen bisa disewakan untuk menghasilkan pendapatan pasif.
Kekurangan Membeli Apartemen:
- Biaya Awal Tinggi: Membeli apartemen memerlukan uang muka (DP) dan biaya tambahan seperti PPN, BPHTB, dan notaris.
- Biaya Pemeliharaan: Ada biaya rutin seperti iuran bulanan (maintenance fee) dan perbaikan.
- Risiko Pasar: Nilai properti bisa turun jika pasar sedang lesu atau terjadi krisis ekonomi.
- Ketergantungan Lokasi: Nilai apartemen sangat bergantung pada lokasi dan perkembangan kawasan sekitarnya.
3. Kelebihan dan Kekurangan Menyewa Apartemen di Jakarta

Kelebihan Menyewa Apartemen:
- Fleksibilitas: Menyewa memungkinkan Anda pindah ke lokasi lain dengan mudah, sesuai kebutuhan pekerjaan atau gaya hidup.
- Biaya Awal Rendah: Anda hanya perlu membayar uang sewa dan deposit, tanpa biaya besar seperti DP atau pajak.
- Tanpa Biaya Pemeliharaan: Biaya perbaikan dan pemeliharaan umumnya menjadi tanggung jawab pemilik.
- Akses ke Fasilitas Mewah: Anda bisa tinggal di apartemen mewah dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan membeli.
Kekurangan Menyewa Apartemen:
- Tidak Ada Kepemilikan Aset: Uang sewa yang Anda bayar tidak memberikan kepemilikan atau nilai investasi.
- Kenaikan Sewa: Harga sewa bisa naik setiap tahun, terutama di kawasan populer.
- Batasan Modifikasi: Anda tidak bisa merenovasi atau mendekorasi apartemen secara bebas.
- Ketidakpastian Jangka Panjang: Pemilik bisa memutuskan kontrak sewaktu-waktu, memaksa Anda pindah.
4. Analisis Sewa vs Beli di Berbagai Wilayah Jakarta
Berikut analisis perbandingan sewa dan beli apartemen di beberapa wilayah strategis di Jakarta tahun 2024:
a. Sudirman-Thamrin (Pusat Bisnis)
- Harga Jual: Rp 30 juta – Rp 100 juta per meter persegi.
- Harga Sewa: Rp 15 juta – Rp 50 juta per tahun (untuk apartemen 50m²).
- Analisis: Membeli apartemen di sini adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan karena nilai properti terus naik. Namun, biaya awal sangat tinggi. Menyewa lebih cocok untuk profesional muda yang membutuhkan fleksibilitas.
b. Kuningan
- Harga Jual: Rp 25 juta – Rp 80 juta per meter persegi.
- Harga Sewa: Rp 12 juta – Rp 40 juta per tahun (untuk apartemen 50m²).
- Analisis: Mirip dengan Sudirman-Thamrin, Kuningan menawarkan potensi capital gain tinggi. Namun, menyewa bisa menjadi pilihan bijak jika Anda belum siap dengan komitmen finansial jangka panjang.
c. Kemang (Hunian Eksklusif)
- Harga Jual: Rp 20 juta – Rp 60 juta per meter persegi.
- Harga Sewa: Rp 10 juta – Rp 30 juta per tahun (untuk apartemen 50m²).
- Analisis: Kemang populer di kalangan ekspatriat dan profesional. Membeli apartemen di sini cocok untuk investasi sewa, sementara menyewa ideal bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan eksklusif tanpa komitmen besar.
d. Jakarta Timur (Kawasan Komersial dan Hunian)
- Harga Jual: Rp 15 juta – Rp 40 juta per meter persegi.
- Harga Sewa: Rp 8 juta – Rp 20 juta per tahun (untuk apartemen 50m²).
- Analisis: Area sekitar Jakarta Timur menawarkan keseimbangan antara harga dan fasilitas. Membeli cocok untuk keluarga, sementara menyewa lebih fleksibel bagi single atau pasangan muda.
5. Perbandingan Persentase Sewa vs Harga Jual
Berdasarkan data tahun 2024, berikut persentase nilai sewa terhadap harga jual apartemen di Jakarta:
- Sudirman-Thamrin: 3-4% per tahun.
- Kuningan: 3-5% per tahun.
- Kemang: 4-6% per tahun.
- Jakarta Timur: 5-7% per tahun.
Persentase ini menunjukkan bahwa semakin terjangkau harga apartemen, semakin tinggi persentase sewa terhadap harga jual. Artinya, apartemen di kawasan Jakarta Timur menawarkan potensi pendapatan sewa yang lebih tinggi dibandingkan kawasan premium seperti Sudirman-Thamrin.
6. Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
- Kondisi Pasar Properti: Perhatikan tren pasar properti di Jakarta. Jika harga properti cenderung meningkat, membeli mungkin menjadi investasi yang baik. Sebaliknya, jika pasar stagnan atau menurun, menyewa bisa lebih menguntungkan.
- Tujuan: Apakah Anda membeli untuk tinggal atau investasi?
- Lama Tinggal: Jika Anda berencana tinggal di Jakarta untuk waktu yang lama (lebih dari 5 tahun), membeli apartemen bisa lebih ekonomis dalam jangka panjang. Namun, jika Anda hanya tinggal sementara, menyewa mungkin lebih praktis.
- Situasi Keuangan: Evaluasi kemampuan finansial Anda, termasuk pendapatan, tabungan, dan kemampuan membayar cicilan jika memilih membeli dengan kredit.
- Pajak dan Biaya Tambahan: Pemilik apartemen harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), serta biaya perawatan lainnya yang tidak perlu dikeluarkan oleh penyewa.
- Suku Bunga KPR: Jika Anda membeli apartemen dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), suku bunga menjadi faktor penting. Saat suku bunga rendah, membeli bisa menjadi pilihan menarik. Namun, jika suku bunga tinggi, biaya cicilan bisa membebani keuangan Anda.
- Lokasi: Pilih lokasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi perkembangan masa depan. Jika Anda melihat properti sebagai investasi, pertimbangkan apakah nilai properti di lokasi tersebut cenderung meningkat dan apakah potensi sewa cukup tinggi untuk memberikan keuntungan.
Kesimpulan: Lebih Baik Sewa atau Beli?
Keputusan antara menyewa atau membeli apartemen di Jakarta sangat bergantung pada kondisi keuangan, rencana jangka panjang, serta kondisi pasar properti saat ini.
- Sewa lebih cocok jika: Anda membutuhkan fleksibilitas, tidak ingin mengeluarkan modal besar di awal, dan belum yakin untuk menetap dalam jangka panjang.
- Beli lebih baik jika: Anda ingin memiliki aset jangka panjang, mencari investasi properti yang menguntungkan, dan memiliki dana yang cukup untuk uang muka serta biaya tambahan lainnya.
Jika Anda masih ragu, konsultasi dengan ahli properti bisa membantu menentukan keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ingin investasi apartemen di Jakarta? Hubungi kami sekarang juga!
Masih bingung memilih antara sewa atau beli apartemen di Jakarta? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli properti kami! Kami siap membantu Anda menganalisis peluang investasi, menghitung biaya, dan menemukan apartemen terbaik sesuai budget.
Hubungi kami sekarang melalui [link ini] atau kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut. Jangan lewatkan kesempatan untuk memiliki atau menyewa apartemen impian Anda di Jakarta!











Leave a Comment